Di era digital ini, memesan karangan bunga semudah menggerakkan jari di layar smartphone. Cukup ketik kata kunci Jual Karangan Bunga di Google atau Instagram, ribuan pilihan toko akan muncul di hadapan Anda.

Namun, di balik kemudahan tersebut, terselip risiko yang nyata. Maraknya penipuan online membuat banyak pelanggan menjadi korban. Modusnya beragam: mulai dari uang ditransfer tapi bunga tidak pernah dikirim, hingga bunga yang dikirim sangat jelek dan jauh berbeda dari foto yang dijanjikan (zonk).
Bagi Anda yang sedang mencari vendor terpercaya untuk mengirim ucapan ke momen penting relasi, jangan sampai salah pilih. Bukannya mengirim kebahagiaan, Anda malah menanggung malu karena hasil yang mengecewakan.
Sebagai langkah waspada, berikut adalah 3 ciri utama toko bunga online abal-abal atau tidak profesional yang harus Anda hindari:
1. Hanya Menggunakan “Foto Google” (Tidak Punya Foto Asli)
Ini adalah indikasi paling dasar.
- Ciri-cirinya: Toko tersebut memajang foto-foto yang terlihat sangat sempurna, too good to be true, atau memiliki gaya desain yang campur aduk (tidak konsisten). Seringkali foto tersebut adalah hasil comot dari Google atau portofolio toko bunga lain yang watermark-nya dipotong/dihapus.
- Cara Cek: Mintalah admin untuk mengirimkan Real Picture (foto asli) hasil pengerjaan mereka hari ini atau kemarin. Toko bunga asli pasti memiliki ratusan stok foto di galeri HP mereka yang diambil langsung dari lokasi workshop atau lokasi pengiriman. Jika mereka berbelit-belit saat dimintai foto asli, Anda patut curiga.
2. Harga Tidak Masuk Akal (Terlalu Murah)
Semua orang suka harga murah, tapi Anda harus logis. Bunga papan memiliki komponen biaya produksi yang pasti: harga bunga segar, upah perangkai, sewa papan, dan bensin kurir.
- Ciri-cirinya: Mereka menawarkan ukuran Jumbo atau bunga Full Fresh dengan harga yang sangat miring, misalnya Rp 200.000 – Rp 300.000, padahal harga pasaran di kota tersebut rata-rata Rp 500.000 ke atas.
- Risikonya: Jika bukan penipuan uang (kabur), kemungkinan besar mereka akan mengurangi spesifikasi secara ekstrem. Papan yang dikirim mungkin menggunakan bunga bekas layu, ukuran papan mini, atau hanya menggunakan bunga kertas tanpa bunga segar sama sekali. Ingat prinsip: Ada Harga, Ada Rupa.
3. Tidak Mau Memberikan Laporan Foto Lokasi (Surat Jalan)
Ini adalah hak mutlak konsumen.
- Ciri-cirinya: Setelah Anda transfer, admin menjadi slow respon. Ketika ditanya “Apakah bunga sudah sampai?”, mereka hanya menjawab “Sudah” tanpa memberikan bukti foto.
- Standar Profesional: Toko bunga yang amanah memiliki SOP pelaporan yang ketat. Mereka akan mengirimkan:
- Foto sketsa/draft tulisan (sebelum dibuat).
- Foto hasil jadi di workshop (sebelum berangkat).
- Foto di Lokasi (Penting): Foto papan bunga yang sudah berdiri tegak di lokasi acara dengan latar belakang gedung atau suasana acara.
Jika sebuah toko menolak atau “lupa” mengirimkan foto lokasi, ada kemungkinan besar bunga tersebut tidak pernah dikirim, atau dikirim tapi diletakkan sembarangan.
Kesimpulan: Jadilah Pembeli yang Kritis
Jangan pertaruhkan nama baik Anda atau perusahaan Anda hanya karena tergiur promo sesaat dari toko yang tidak jelas kredibilitasnya.
