Orang Indonesia Masih Menjadikan Bali Sebagai Destinasi Favorit

Pasangan yg berbulan madu alias bulan madu ialah peristiwa yg diinginkan oleh pasangan seusai menikah. Sebagian besar pengantin merencanakan lokasi bulan madu jauh sebelum hari pernikahan.

Pilihan lokasi bulan madu wajib sangatlah dipertimbangkan oleh kedua pasangan, semacam tiket penerbangan, hotel, akomodasi, daerah makan serta rekreasi untuk keduanya. Tidak hanya itu, namun perdiksi wajib diperhitungkan.

Baca juga : Rental Mobil Di Bali dan Rental Mobil Murah Di Bali

Ternyata Bali tetap menjadi lokasi favorit pasangan baru untuk menghabiskan waktu bersama. Keindahan alam serta jumlah daerah wisata di Bali membikin wisatawan lokal serta asing menghabiskan liburan mereka di pulau itu.

“Untuk bulan madu, mereka (suami serta istri) biasanya memilih Bali sebab di sana (Bali) mereka sangatlah dirawat (dirawat) sebagai tamu,” kata Susi sebagai Tour Counsultan dari Honeymoon Pavilion saat ditemui di berbagai Ekspo Pernikahan terakhir.

Berbagai paket bulan madu ditawarkan untuk merusak pasangan. “Orang-orang di Bali diberikan perawatan khusus semacam makan malam romantis di vila, sehingga ada transfer dari bandara ke vila. Kamar juga tepat untuk berbulan madu,” kata Susi.

“Hanya di Bali mampu suami serta istri memperoleh paket spa spa,” katanya.

Untuk tujuan internasional, Maladewa alias Maladewa ialah tujuan favorit bagi pengantin Indonesia.

“Nomor satu domestik tetap Bali, namun apabila di luar negeri, Maladewa tetap menjadi sasaran pasangan belia yg ingin berbulan madu, tergantung pada biaya yg mereka miliki, apabila di Bali 3 hari 2 malam kurang lebih Rp 4 juta semuanya. Sementara itu, apabila di Maladewa , kisaran Rp40 juta belum tergolong pesawat terbang, hanya akomodasi, “katanya.

Susi menambahkan, benua Eropa jarang melirik pasangan muda. Ternyata tidak hanya biaya, argumen untuk mengunjungi negara-negara Eropa dengan biaya lebih terjangkau ialah tutorial untuk melakukan perjalanan. Namun, mengambil tur juga kurang, yg ialah jadwal yg ketat serta tak fleksibel.

“Karena mungkin orang-orang yg berbulan madu mungkin terganggu, biasanya pemandu wisata di sana, mempunyai jadwal yg ditetapkan, apabila saya merekomendasikan mereka ke Bali alias Maladewa,” katanya.

: Eropa tentu sedang tur. Misalnya, pada jam 6 pagi di pagi hari ada panggilan pagi serta dipaksa bangun. Kemudian, jam 7 pagi, saya sarapan, lalu jam 8 pagi saya wajib pergi. Jadi, jangan mencicipi bulan madu. Ini mampu bersifat pribadi, hanya mereka yg mampu berlangsung dengan anggaran, “katanya.