Sekilas Tentang Pendidikan Madrasah di Singapura


Orang tua Indonesia mengirim anak-anak mereka untuk pendidikan di Singapura tidak secara tradisional memiliki institusi madrasah Singapura di atas pikiran mereka. Tetapi Madrasah di Singapura sama-sama kompetitif dengan sekolah konvensional.

Di antara enam madrasah yang tersedia di negara kota, Madrasah Irsyad Zuhri Al-Islamiah mendapatkan lebih banyak popularitas di kalangan orang tua Indonesia yang bersedia mengirim anak-anak mereka ke lembaga belajar Islam di negara kota. Tetapi sebelum kita melihat ke dalam madrasah khusus ini, lebih baik untuk mendapatkan beberapa wawasan tentang pendidikan madrasah di Singapura.

Madrasah di Singapura
Sejarah madrasah di Singapura kembali ke tahun 1905, ketika madrasah pertama bernama Madrasah As-Sibyan didirikan di negara itu oleh seorang guru agama dari Indonesia. Sejak itu, lebih banyak madrasah didirikan di Singapura. Pada awal 1970-an, ada 81 sekolah agama di negara ini, tetapi hanya sedikit yang terdaftar di pemerintahan.

Saat ini, enam madrasah yang terdaftar secara resmi di Kementerian Pendidikan Singapura. Mereka termasuk Madrasah Wak Tanjong Al-Islamiah, Madrasah Irsyad Zuhri Al-Islamiah, Madrasah Alsagoff Al-Arabiah, Madrasah Al-Arabiah Al-Islamiah, Madrasah Al-Maarif Al-Islamiah, dan Madrasah Aljunied Al-Islamiah.

Bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah, sebuah sistem yang disebut Sistem Madrasah Bersama dilaksanakan pada tahun 2009. Tiga madrasah penuh waktu bergabung dengan sistem ini. Salah satunya adalah Madrasah Irsyad Zuhri Al-Islamiah, yang tidak lagi menerima siswa di tingkat menengah, dengan fokus pada pendidikan dasar.

Apa bedanya madrasah Indonesia?
Di Indonesia, penekanan besar biasanya diberikan pada ajaran agama, yang merupakan mata pelajaran utama dan utama yang diajarkan oleh madrasah. Meskipun demikian, sementara madrasah Indonesia hanya mengajarkan agama sebagai satu-satunya subjek, pemerintah Indonesia telah mengembangkan sistem pendidikan baru untuk madrasah.

Madrasah Indonesia kini memasukkan mata pelajaran lain seperti membaca dan menulis, matematika, geografi, sejarah, dan olahraga. Mirip dengan sekolah konvensional, madrasah Indonesia terdiri dari tiga tingkatan, yaitu madrasah ibtidaiyah (enam tahun), madrasah tsanawiya (tiga tahun) dan madrasah aliyah (tiga tahun).

Sementara itu, madrasah di Singapura dianggap modern dalam hal kurikulum dan fasilitas mereka. Untuk mengikuti perkembangan teknologi, madrasah Singapura dilengkapi dengan internet, laboratorium komputer, dan audio converence. Selain itu, setiap madrasah memiliki server sendiri untuk mendukung sistem pendidikan modern. Di Madrasah Aljunied Al-Islamiah, misalnya, siswa dialokasikan dua jam setiap hari untuk belajar dan terbiasa dengan penggunaan internet dan teknologi.

Selain aplikasi teknologi di kelas, siswa madrasah di Singapura juga belajar mata pelajaran selain Islam sesuai dengan kurikulum nasional. Dengan cara ini, siswa dapat mengambil manfaat dari mendapatkan lebih banyak wawasan tidak hanya ke dalam agama Islam tetapi juga dunia luar.
Salah satu madrasah Singapura yang mendapatkan popularitas adalah Madrasah Irsyad Zuhri Al-Islamiah. Dengan pendekatan yang progresif dan maju dalam pengajaran dan pembelajaran, madrasah berupaya menjadi “masa depan pendidikan Islam”.

Madrasah dikenal untuk mengembangkan kurikulumnya sendiri serta materi pendidikan yang dapat dinikmati oleh umat secara gratis. Fitur kurikulum yang ditawarkan oleh madrasah meliputi pembelajaran aktif melalui teknologi, pembelajaran dan bermain pengalaman, kurikulum yang seimbang, pengembangan karakter dan pendidikan holistik.

Popularitasnya meningkat ketika Madrasah Irsyad Zuhri Al-Islamiah secara konsisten menghasilkan beberapa siswa terbaik dalam ujian nasional Singapura.

Baca juga : Tempat Grosir Peci  untuk Outfit Busana Muslim anda