Dunia florikultura tidak mau ketinggalan zaman. Jika dulu kita hanya mengenal karangan bunga papan yang dibuat secara manual menggunakan tusukan bunga plastik (suyok) dan potongan styrofoam, kini hadir penantang baru: Bunga Papan Printing (Digital Banner).

Kehadiran model printing ini sering membuat pelanggan bimbang. “Mending pesan yang printing ada foto wajahnya, atau yang gabus biasa ya?” “Mana yang lebih kelihatan mewah?” “Mana yang lebih cepat jadi?”
Agar Anda tidak salah pilih, mari kita bedah perbedaan kedua jenis papan bunga ini dari segi estetika, kecepatan, harga, dan kesan yang ditimbulkan.
1. Fleksibilitas Desain (Foto & Logo)
Inilah perbedaan yang paling mencolok.
- Model Printing (Digital):
- Kelebihan: Anda bisa memasukkan Foto Wajah (almarhum/pengantin), Logo Perusahaan yang rumit, hingga motif batik atau background pemandangan. Apa yang bisa dicetak di kertas, bisa ditampilkan di papan ini.
- Kekurangan: Tampilannya “Datar” (2 Dimensi). Karena hanya berupa lembaran banner yang dibentangkan di rangka kayu, tidak ada tekstur timbul kecuali pada jambul bunganya.
- Model Gabus (Klasik):
- Kelebihan: Memiliki tekstur Timbul (3 Dimensi). Huruf-hurufnya menonjol, kelopak bunga suyoknya nyata.
- Kekurangan: Sangat terbatas dalam hal logo. Logo perusahaan yang rumit sangat sulit dibuat menggunakan potongan gabus. Biasanya logo hanya dibuat “mirip” atau disederhanakan. Tidak bisa menampilkan foto wajah.
2. Kecepatan Produksi (Speed)
Mana yang lebih cocok untuk pesanan dadakan?
- Model Printing:
- Butuh waktu untuk proses designing di komputer dan antre cetak di mesin outdoor. Jika mesin percetakan sedang down atau antre panjang, prosesnya bisa lama.
- Model Gabus:
- Percaya atau tidak, untuk template standar, model gabus seringkali Lebih Cepat. Florist biasanya sudah punya stok papan “kosongan” yang sudah ada hiasan pinggirnya. Tinggal potong huruf nama pengirim dan tempel. Dalam 1-2 jam bisa siap kirim.
3. Ketahanan Cuaca
- Model Printing:
- Sangat tahan air (bahan vinyl). Namun, perhatikan kualitas tintanya. Jika menggunakan tinta murah, foto wajah bisa pudar warnanya jika terpapar matahari terik berhari-hari. Selain itu, jika pemasangan banner tidak kencang, papan akan bergelombang tertiup angin (terlihat “letoy”).
- Model Gabus:
- Sangat kokoh. Warna bunga suyok sangat “ngejreng” (neon) dan tidak mudah pudar. Teksturnya yang berpori membuat angin bisa lewat, sehingga secara aerodinamis kadang lebih stabil daripada banner yang menahan angin seperti layar kapal.
4. Kesan & Wibawa (Prestige)
Ini soal selera, tapi ada pola umum di masyarakat.
- Model Printing:
- Memberikan kesan Modern, Rapi, dan Personal. Sangat disukai untuk acara Ulang Tahun, Wisuda, atau Duka Cita keluarga (karena bisa menampilkan foto kenangan almarhum).
- Model Gabus:
- Memberikan kesan Formal, Sakral, dan Mahal. Pejabat, Instansi Pemerintah, dan Perusahaan Besar cenderung lebih menyukai model gabus klasik karena terlihat lebih “niat” (kerajinan tangan) dibandingkan sekadar spanduk yang diprint.
5. Faktor Harga
- Model Printing:
- Cenderung lebih Ekonomis. Mengapa? Karena memangkas biaya tenaga kerja manual. Mesin yang bekerja mencetak, perangkai hanya memasang bunga di atas dan bawah.
- Model Gabus:
- Harganya bervariasi dari standar hingga premium. Untuk model yang full ukiran gabus rumit, harganya bisa jauh lebih mahal daripada printing karena dihargai sebagai karya seni tangan (handmade).
