Saat memesan karangan bunga untuk orang terkasih, seringkali pelanggan memiliki permintaan khusus: “Mbak, tolong bunganya yang banyak Mawar Merah-nya ya, biar romantis!” atau “Saya mau pakai bunga Lily biar wangi.”
Permintaan ini sangat wajar, karena Mawar dan Lily memang primadona dunia bunga. Namun, sebagai florist yang jujur, seringkali harus menolak atau menyarankan alternatif lain. Bukan karena pelit atau tidak punya stok mawar. Alasannya murni teknis: Ketahanan Cuaca (Durability).
Perlu diingat, Bunga Papan adalah “Prajurit Lapangan”. Ia akan dipajang di pinggir jalan, dihajar terik matahari jam 12 siang, terkena debu jalanan, dan mungkin diguyur hujan sore harinya. Ia harus bertahan “cantik” minimal 1×24 jam (bahkan kadang sampai 3 hari).
Jika kita memaksakan menggunakan bunga-bunga sensitif seperti Mawar atau Lily pada papan outdoor, dalam waktu 2-3 jam kelopaknya akan gosong, layu, dan menunduk sedih. Bukannya terlihat indah, papan bunga Anda malah akan terlihat menyedihkan seperti tanaman mati.

Lalu, bunga apa saja yang sanggup bertahan di medan perang outdoor ini? Mari berkenalan dengan “The Big Three” (Tiga Bunga Badak) yang menjadi andalan para florist Indonesia:
1. Bunga Krisan (Chrysanthemum) – Sang Raja Volume
Ini adalah bunga yang paling dominan Anda lihat di jambul papan bunga.
- Karakter: Memiliki kelopak yang banyak, padat, dan bertumpuk. Batangnya kayu dan keras.
- Kelebihan: Sangat tahan banting! Krisan bisa bertahan segar di bawah terik matahari hingga 2 hari tanpa air yang banyak. Selain itu, bentuknya yang “mekar sempurna” sangat bagus untuk memberikan efek Volume (Gembul) pada jambul, sehingga papan bunga terlihat mewah dan berisi.
- Warna: Sangat variatif (Putih, Kuning, Ungu, Pink).
2. Bunga Aster – Si Kecil Cabe Rawit
Sering dikira sama dengan Krisan, tapi ukurannya lebih kecil.
- Karakter: Kelopaknya lebih tipis dan memanjang. Bagian tengahnya (putik) biasanya berwarna kuning kontras.
- Kelebihan: Aster bertugas sebagai Penyemarak Warna. Karena ukurannya kecil, florist bisa menancapkannya di sela-sela Krisan untuk memberikan gradasi warna yang cantik. Aster juga sangat tahan panas dan tidak mudah rontok saat tertiup angin kencang.
3. Bunga Gerbera (Hebras) – Si Wajah Lebar
Ini adalah bunga yang sering Anda lihat memiliki “wajah” lebar dan berwarna-warni cerah (Merah, Oranye, Pink Fanta).
- Karakter: Memiliki satu tangkai lunak tapi kelopaknya lebar menyamping seperti piringan matahari.
- Kelebihan: Gerbera adalah Focal Point (Titik Fokus). Karena warnanya yang sangat mencolok (neon), mata orang dari jarak jauh akan langsung tertuju padanya. Ia memberikan kesan ceria dan modern pada rangkaian.
4. Daun-Daunan (Foliage)
Jangan lupakan peran daun. Florist biasanya menggunakan Daun Karet kebo, Daun Palem, atau Daun Monstera. Daun-daun ini dipilih karena teksturnya tebal, berlilin, dan keras. Mereka tidak akan layu meskipun tidak terkena air seharian, menjaga rangka busa agar tidak terlihat botak.
Kapan Boleh Pakai Mawar?
Mawar, Lily, Tulip, atau Anggrek Bulan tetap bisa dipakai, asalkan:
- Model Standing Flower (Indoor): Karena ditaruh di dalam ruangan ber-AC dan tidak kena matahari langsung.
- Papan Premium (Water Tube): Jika Anda ngotot ingin mawar di papan bunga, florist harus memasang tabung air (water tube) kecil di setiap tangkai mawar agar ada cadangan air. Ini memakan waktu lama dan biaya tambahan yang cukup besar.
Kesimpulan
Setiap bunga punya tempatnya masing-masing. Mawar adalah ratu di dalam vas ruangan yang sejuk, tapi Krisan dan Aster adalah raja di jalanan yang panas.
